
Kiper The Lilywhites, Hugo Lloris, berkata dirinya sangat gembira bisa dapatkan satu poin saat berjumpa dengan The Citizens di ajang EPL semalam.
Dalam laga yang di gelar di markas Manchester City, Etihad Stadion, tim tamu sepertinya harus mengalami hasil kekalahan karena gol ketiga yang di buat oleh tim tuan rumah di menit-menit terakhir di babak kedua, tapi yang terjadi adalah wasit yang bertugas malam itu tidak men-sahkan gol dari The Citizens itu sehingga gol tetap berakhir dengan hasil seri 2-2, hal ini tentu saja membuat semua pemain Tottenham Hotspur merasa gembira karena tidak udah menelan hasil kekalahan dalam laga tadi malam.
Keberhasilan dapatkan satu angka saat bertandang ke Etihad Stadion itu tentu tidak akan buat pengaruh apa pun pada saat ini, tapi satu poin ini akan jadi sangat berarti jika ajang kejuaraan kasta tertinggi di Inggris ini sudah mendekati akhir musim karena tingkat persaingan di ajang ini sangat ketat, jadi satu angka itu adalah poin yang sangat berharga ketimbang harus mengalami hasil kekalahan dalam laga melawan tim papan atas saat ini.
Penjaga gawang The Lilywhites dari Prancis berumur 32 tahun, Hugo Lloris, sudah tampakkan wajah yang sangat kecewa ketika gawang yang di kawalnya di bobol ketiga kali oleh striker City dari Brasil, Gabriel Jesus, di babak kedua yang sudah memasuki waktu injury time, tapi hanya berselang semenit kemudian muka Lloris jadi riang kembali karena gol itu tidak di sahkan karena di anggap sudah melakukan pelanggaran terlebih dahulu.
Semua pemain Hotpurs yang tadinya sangat kecewa dengan gol yang di buat oleh Jesus itu langsung berubah ketika wasit yang bertugas menyatakan gol itu tidak sah, pemain yang paling gembira tentu saja yang berdiri di bawah mistar gawang Hotspurs, yaitu kiper dari Prancis berumur 32 tahun, Hugo Lloris. karena hasil tadi malam itu berakhir dengan skor imbang 2-2, bisa menghindari kekalahan dari The Citizens tentu adalah hasil yang sangat patut untuk di syukuri oleh semua fans Hotspurs yang berada di stadion malam itu.
Lloris tadinya sudah pasrah dengan gol tandukkan yang di lesakkan oleh penyerang City dari Brasil berumur 23 tahun, Gabriel Jesus, tapi wajah kiper timnas Prancis itu langsung berubah jadi berseri-seri karena gol itu di anulir oleh wasit yang bertugas di atas lapangan malam itu, tadinya wasit itu juga merasa ragu-ragu dengan gol Jesus itu dan setelah melihat VAR maka wasit dengan yakin putuskan gol itu tidak sah.
Memang pada awal bulan juli lalu badan sepak bola tertinggi di Inggris, FA, sudah umumkan akan menggunakan teknologi VAR di ajang kejuaraan Liga Inggris pada musim 2019-2020, di mana teknologi baru di dunia sepak bola sudah pernah di gunakan ketika di gelar ajang World Cup 2018 yang di mainkan di Rusia pada tahun lalu, FA sendiri sudah putuskan akan memakai VAR pada musim yang baru ini.
Dalam VAR itu terlihat jika Jesus sudah melakukan pelanggaran sebelum membobol gawang Hotspur tadi malam, di mana penyerang The Citizens tangannya sudah menyentuh bola alias hands ball, jadi gol ketiga yang di buat oleh City itu tidak di akui menjadi gol yang sah.
“Waktu Jesus membobol gawang yang saya kawal di babak kedua yang sudah memasuki injury time, saya sudah pasrah kami akan menuai hasil kekalahan dari tim didikan Pep Guardiola itu, hal ini karena tandukkan yang di lakukan oleh Jesus itu sangat berkelas dan tidak mudah untuk di halau, tapi saat saya saksikan layar ada sedikit pelanggaran yang di lakukan oleh Jesus, tentu kami sangat gembira itu gol yang tidak sah.” kata Lloris.
“Harus di akui teknologi VAR itu punya ketelitian yang sangat maksimal, jika benar ada pelanggaran maka bisa kelihatan secara jelas, kami tentu merasa sangat hoki dengan bantuan VAR tadi malam tapi saya ingin ingatkan semua pemain The Lilywhites kami tidak boleh lakukan pelanggaran jika tidak ingin alami hasil yang membuat kecewa tim lawan itu, semuanya itu ada timbal baliknya,yang pasti hari ini kami sangat hoki, harus di akui itu.” lanjut Lloris. (kk)